Sebelum disunting Aku mengotak-atik komputer luminaku dengan cepat. Bagaimana cara menyunting kata mengotak-atik tanpa menulis kata itu sendiri ?
1. Sebelum disunting Aku mengotak-atik komputer luminaku dengan cepat. Bagaimana cara menyunting kata mengotak-atik tanpa menulis kata itu sendiri ?
aku memperbaiki komputer luminaku dengan cepat.
2. Ku klik tombol run pada layar monitor Lumina di depanku dan diikuti gelombang biru mirip Aurora memenuhi ruangan.pagar asteroid . AKU dalam cerita tersebut adalah
Jawaban:
kursor?
Penjelasan:
3. 12. Bacalah penggalan teks cerita fantasi berikutKu klik tombol "run" pada layar monitorLumina di depanku dan diikuti gelombangbiru mirip Aurora memenuhi ruangan. PagarAsteroid terbuka lebar, memberikan ruangcukup untuk kulewati bersama manusia purbaitu. Ruangan penuh asap dengan pohon-pohonyang meranggas. Hampir 8 jam, manusia purbatetap memegang tanganku. Kurang 10 menitaku lepaskan tangan manusia purba. Kujabaterat dan aku lari menuju lorong dimensi alphaKurang 10 menit lagi waktu yang tersisa dan akumasih di lorong dimensi alpha. Aku berpikir ini takdir akhir hidupku tiba-tiba kudengar teriakan keras dan goncangan hebat aku terlempar kembali ke laboratorium ku urutan peristiwa pada penggalan teks di atas adalah a. luminasi manusia purba muncul disertai gelombang biru situasi pinggang karena si aku dan Lumina masih berada di dalam dimensi Alpha si aku dan manusia purba terlempar kembali ke laboratorium b. pagar asteroid terbuka si aku mulai mengklik tombol run pada layar monitor si aku terlempar keluar laboratorium Lumina masih ada di dalam dimensi Alpha c. si aku dan luminasi manusia purba masih berada di dalam dimensi Alpha si Aku mengetik tombol run pada layar monitor Lumina terlempar ke laboratorium d. si aku dan Lumina terlempar ke laboratorium Lumina mengeklik tombol run pada layar monitor di aku masih berada di dalam dimensi Alpha dalam keadaan panik dan tegang yg jawab aku folow sama teman teman ku
Jawaban:
a luminasi manusia purba
Penjelasan:
maaf kalau salah ya
4. Aku mengotak-atik komputer Luminaku dengan cepat.Kata aku merupakan contoh kebahasaana.kata gantib.kata keterkejutanc.kata sambung urutan waktud.kalimat langsung/dialoge.kata kiasf.kata pencerap panca indera
Jawaban:
A.kata ganti
Penjelasan:
Aku,kamu,dia termasuk kata ganti orang
5. 5 poin 15. Penggunaan kalimat langsung yang benar adalah ....* a. "Pergi kau, akan ku sihir dengan O ! kekuatan tongkat ajaibku!" kata Dori manusia ikan. b. Ku klik tombol 'enter' pada laptop luminaku. c. Ketika aku pulang ke rumah, tiba-tiba asap berkumpul di dalam ruang kamarku. d. Kemudian Doni meminta maaf O kepada temannya karena telah merusak ruang laboratorium Ardi.
Jawaban:
A. "Pergi kau, akan kusihir dengan O! Kekuatan tongkat ajaibku!" kata Dori manusia ikan.
(θ‿θ)
6. Alarm berbunyi. gelombang dimensi alpha semakin mengecil.badanku lemas seakan rontok semua sendiku. aku menengadah dan kulihat sahabat-sahabatku mengelilingiku. semua alat di laboratorium ini pecah berantakan. tinggal laptop luminaku yang masih menyala."ardi maafkan aku! maaf telah merusak labolatorium untuk penelitian ini," kataku mengiba. "gak apa-apa asalkan dirimu bisa selamat," ardi memelukku dengan erat. kulihat erza membawa air minum untukku. tidak menyangka aku bisa berhasil dikembalikan dan hidup lagi secara biasa. manusia purba itu juga berhasil kembali ke habitatnya pada 500 tahun sebelum masehi. aku dapat melihatnya dengan jelas di layar laptop. manusia purba itu tersenyum sambil melambaikan tangan ke arahku. amanat dari penggalan cerita di atas adalah....
Jawaban:
Amanat dari cerita diatas adalah hidup itu saling membantu tanpa harus melihat kesalahannya
7. "Kau harus membawanya kembali!" Erza berteriak kalang kabut. Aku gugup. bingung. Tak tau apa yang harus kuperbuat, sedangkan manusia dengan wajah setengah kera itu memandang sekeliling. Manusia purba itu menemukanku ketika aku memasuki dimensi alpha. Tanpa kusadari ia mengikutiku. Manusia itu akan mati jika tidak kembali dalam waktu 12 jam. "Aku harus membawa dia kembali" teriakku. Erza menghempaskan tubuhnya pada meja kontrol labolatorium dengan kesal . Ardi berteriak lantang "Jangan main-main Donk!" Ardi menatapku dengan tajam. "Padahal..," Erza tercekat , "Aku tau Er kita tinggal punya waktu 8 jam". Aku terus berusaha meyakinkan sahabat-sahabatku. "Jika kamu kembalikan manusia purba melebihi 8 jam, berarti tamat riwayatmu". Kembalu Erza dan Ardi menatapku dengan tajam. Aku mengotak-atik komputer Luminaku dengan cepat. Aku memutuskan untuk tetap mengembalikan manusia purba itu. "sistem oke!" Manusia purba itu harus hidup. Setiap makhluk berhak untuk hidup. Aku yang membawanya, aku juga yang harus mengembalikannya. Orang tuaku tak pernah mengajarkanku untuk melarikan diri sesulit apapun masalah yang ku hadapi. ku klik tombol 'run' pada layar monitor Lumina di depanku dan diikuti gelombang biru mirip Aurora memenuhi ruangan. Pagar Asteroid terbuka lebar, memberikan ruang cukup untuk kulewati bersama manusia purba itu. Ruangan penuh asap dengan pohon-pohon yang meranggas. Hampir 8 jam, manusia purba tetap memegam tanganku. Kurang 10 menit aku lepaskan tangan manusia purba. kujabat erat dan aku lari menuju lorong dimensi alpha. Kurang 10 menit lagi waktu tersisa dan aku masih di lorong dimensi alpha. Aku berpikir ini takdir akhir hidupku. Tiba-tiba kudengar teriakkan keras dan goncangan hebat. Aku terlemapar kembali ke labiratoriumku. Alarm berbunyi. Gelombang dimensi alpha semakin mengecil Badanku lemas seakan rontok semua sendiku. Aku menengadah dan kulihat sahabat-sahabatku mengelilingiku. semua alat di laboratorium ini pecah berantakan. Tinggal laptop Luminaku yang masih menyala. "Ardi maafkan aku! Maaf telah merusak laboratorium untuk penelitian ini," Kataku mengiba. "Gak apa-apa asalkan dirimu bisa selamat," Ardi memelukku dengan erat. Kulihat Erza mebawa air minum untukku. Tidak menyangka aku bisa berhasil dikembalikan dan hidup lagi secara biasa. Manusia purba itu juga berhasil kembali ke habitatnya pada 500 tahun sebelum masehi. Aku dapat melihatnya dengan jelas di layar laptop. Manusia purba itu tersenyum sambil melambaikan tangan ke arah ku. Tolong di cari konjungsi temporalnya
Jawaban:
paragaf ke 2 sampai 5
tapi nanti tulia di buku nya yg semua cerita yang ada di paragaf 2 sampai 5
8. Ruang Dimensi Alpha“Kau harus membawanya kembali!” Erza berteriak kalang kabut. Aku gugup. Bingung. Tak tau apa yang harus kuperbuat, sedangkan manusia dengan wajah setengah kera itu memandang sekeliling. Manusia purba itu menemukanku ketika aku memasuki dimensi alpha. Tanpa kusadari ia mengikutiku. Manusia purba itu akan mati jika tidak kembali dalam waktu 12 jam.“Aku harus membawa dia kembali!” teriakku.Erza menghempaskan tubuhnya pada meja kontrol laboratorium dengan kesal. Ardi berteriak lantang ”Jangan main-main Don!” Ardi menatapku dengan tajam. “Padahal..,” Erza tercekat, “Aku tahu Er kita tinggal punya waktu 8 jam”. Aku terus berusaha meyakinkan sahabat-sahabatku. “ Jika kamu mengembalikan manusia purba melebihi 8 jam, berarti tamat riwayatmu.” Kembali Erza dan Ardi menatapku tajam.Aku mengotak-atik komputer Luminaku dengan cepat. Aku memutuskan untuk tetap mengembalikan manusia purba itu.“Sistem oke!”Manusia purba itu harus hidup. Setiap mahkluk berhak untuk hidup. Aku yang membawanya, aku juga yang harus mengembalikannya. Orang tuaku tak pernah mengajarkanku untuk melarikan diri sesulit apapun masalah yang kuhadapi.Ku klik tombol ‘run’ pada layar monitor Lumina di depanku dan diikuti gelombang biru mirip Aurora memenuhi ruangan. Pagar Asteroid terbuka lebar, memberikan ruang cukup untuk kulewati bersama manusia purba itu. Ruangan penuh asap dengan pohon-pohon yang meranggas. Hampir 8 jam, manusia purba tetap memegang tanganku. Kurang 10 menit aku lepaskan tangan manusia purba. Kujabat erat dan aku lari menuju lorong dimensi alpha. Kurang 10 menit lagi waktu yang tersisa dan aku masih di lorong dimensi alpha. Aku berpikir ini takdir akhir hidupku. Tiba-tiba kudengar teriakan keras dan goncangan hebat. Aku terlemapar kembali ke laboratoriumku.Alarm berbunyi. Gelombang dimensi alpha semakin mengecil. Badanku lemas seakan rontok semua sendiku. Aku menengadah dan kulihat sahabat-sahabatku mengelilingiku. Semua alat di laboratorium ini pecah berantakan. Tinggal laptop Luminaku yang masih menyala. “Ardi maafkan aku! Maaf telah merusak labolatorium untuk penelitian ini,” kataku mengiba.“Gak apa-apa asalkan dirimu bisa selamat,” Ardi memelukku dengan erat. Kulihat Erza membawa air minum untukku. Tidak menyangka aku bisa berhasil dikembalikan dan hidup lagi secara biasa. Manusia purba itu juga berhasil kembali ke habitatnya pada 500 tahun sebelum masehi. Akudapat melihatnya dengan jelas di layar laptop. Manusia purba itu tersenyum sambil melambaikan tangan ke arahku.pertanyaan:tolong cari komplikasi:1.dikembangkan dengan menghadirkan tokoh lain2.dikembangkan dengan mengubah latar3.dikembangkan dengan melompat pada zaman yang berbeda
Aku harus membawa dia kembali!” teriakku
9. Ruang Dimensi Alpha_“Kau harus membawanya kembali!” Erza berteriak kalang kabut. Aku gugup. Bingung. Tak tau apa yang harus kuperbuat, sedangkan manusia dengan wajah setengah kera itu memandang sekeliling. Manusia purba itu menemukanku ketika aku memasuki dimensi alpha. Tanpa kusadari ia mengikutiku. Manusia purba itu akan mati jika tidak kembali dalam waktu 12 jam.“Aku harus membawa dia kembali!” teriakku.Erza menghempaskan tubuhnya pada meja kontrol laboratorium dengan kesal. Ardi berteriak lantang ”Jangan main-main Don!” Ardi menatapku dengan tajam. “Padahal..,” Erza tercekat, “Aku tahu Er kita tinggal punya waktu 8 jam”. Aku terus berusaha meyakinkan sahabat-sahabatku. “ Jika kamu mengembalikan manusia purba melebihi 8 jam, berarti tamat riwayatmu.” Kembali Erza dan Ardi menatapku tajam.Aku mengotak-atik komputer Luminaku dengan cepat. Aku memutuskan untuk tetap mengembalikan manusia purba itu.“Sistem oke!”Manusia purba itu harus hidup. Setiap mahkluk berhak untuk hidup. Aku yang membawanya, aku juga yang harus mengembalikannya. Orang tuaku tak pernah mengajarkanku untuk melarikan diri sesulit apapun masalah yang kuhadapi.Ku klik tombol ‘run’ pada layar monitor Lumina di depanku dan diikuti gelombang biru mirip Aurora memenuhi ruangan. Pagar Asteroid terbuka lebar, memberikan ruang cukup untuk kulewati bersama manusia purba itu. Ruangan penuh asap dengan pohon-pohon yang meranggas. Hampir 8 jam, manusia purba tetap memegang tanganku. Kurang 10 menit aku lepaskan tangan manusia purba. Kujabat erat dan aku lari menuju lorong dimensi alpha. Kurang 10 menit lagi waktu yang tersisa dan aku masih di lorong dimensi alpha. Aku berpikir ini takdir akhir hidupku. Tiba-tiba kudengar teriakan keras dan goncangan hebat. Aku terlemapar kembali ke laboratoriumku.Alarm berbunyi. Gelombang dimensi alpha semakin mengecil. Badanku lemas seakan rontok semua sendiku. Aku menengadah dan kulihat sahabat-sahabatku mengelilingiku. Semua alat di laboratorium ini pecah berantakan. Tinggal laptop Luminaku yang masih menyala. “Ardi maafkan aku! Maaf telah merusak labolatorium untuk penelitian ini,” kataku mengiba.“Gak apa-apa asalkan dirimu bisa selamat,” Ardi memelukku dengan erat. Kulihat Erza membawa air minum untukku. Tidak menyangka aku bisa berhasil dikembalikan dan hidup lagi secara biasa. Manusia purba itu juga berhasil kembali ke habitatnya pada 500 tahun sebelum masehi. Akudapat melihatnya dengan jelas di layar laptop. Manusia purba itu tersenyum sambil melambaikan tangan ke arahku.JANGAN NGASAL...(NGASAL?LAPORKAN!⬅PERINGATAN)
Jawaban:
1. Doni tidak menyadari manusia purba nya mengikuti saat ia memasuki ruang dimensi alpa, manusia purba itu akan dalam waktu 12jam dan Doni akan mengembalikan manusia purba itu, sahabat Doni tidak yakin tetapi Doni meyakinkan ke2 sahabtnya, Doni mengotak atik komputernya dan ia berhasil masuk ke ruang dimensi alpa, gelombang biru memenuhi sekeliling Doni, pagar sudah mulai membuka waktu hanya 10 menit lagi untuk keluar dari dimensi tersebut, tangan Doni dipegang manusia purba tersebut, doni pasrah mungkin itu takdir nya, tetapi goncangan keras membuat Doni terlempar keluar, dan ia melihat sahabat" nya mengelilinginya, dan ia melihat manusia purba tersebut tersenyum ke arahnya.
2.Tiba-tiba
kudengar teriakan keras dan goncangan hebat. Aku terlemapar kembali ke
laboratoriumku.Alarm berbunyi. Gelombang dimensi alpha semakin mengecil.
3.Erza: pemarah, tegas, baik hati :“Kau harus membawanya kembali!" Erza berteriak kalang kabut. Kulihat Erza membawa air minum untukku
Doni: penyabar, bertanggung jawab, baik :"Aku harus membawa dia kembali!”Manusia purba itu harus hidup. Setiap mahkluk berhak untuk hidup.
Aku yang membawanya, aku juga yang harus mengembalikannya. Orang
tuaku tak pernah mengajarkanku untuk melarikan diri sesulit apapun
masalah yang kuhadapi.
Ardi: pemarah, penyabar, baik hati :Ardi berteriak lantang "Jangan main-main Don!” Ardi "Gak apa-apa asalkan dirimu bisa selamat," Ardi memelukku dengan erat.
10. Aku mengotak-atik komputer Luminaku dengan cepat. Akumemutuskan untuk tetap mengembalikan manusia purba itu."Sistem oke!Manusia purba itu harus hidup. Setiap mahkluk berhak untuk hidupAku yang membawanya, akujuga yangharus mengembalikannya. Orangtuaku tak pernah mengajarkanku untuk melarikan diri sesulit apapunmasalah yang kuhadapi.Ku klik tombol 'run pada layar monitor Lumina di depanku dan diikutigelombang biru mirip Aurora memenuhi ruangan. Pagar Asteroid terbukalebar, memberikan ruang cukup untuk kulewati bersama manusia purbaitu. Ruangan penuh asap dengan pohon-pohon yang meranggas. Hampir8 jam, manusia purba tetap memegang tanganku. Kurang 10 menit akulepaskan tangan manusia purba. Kujabat erat dan aku lari menuju lorongdimensi alpha. Kurang 10 menit lagi waktu yang tersisa dan aku masihdi lorong dimensi alpha. Aku berpikir ini takdir akhir hidupku. Tiba-tibakudengar teriakan keras dan goncangan hebat. Aku terlemapar kembali kelaboratoriumku.Alarm berbunyi Gelombang dimensi alpha semakin mengecil.Badanku lemas seakan rontok semua sendiku. Aku menengadah dankulihat sahabat-sahabatku mengelilingiku. Semua alat di laboratorium inipecah berantakan. Tinggal laptop Luminaku yangmasih menyala."Ardi maafkan aku! Maaf telah merusak labolatorium untuk penelitianini," kataku mengiba."Gak apa-apa asalkan dirimu bisa selamat." Ardi memelukku denganerat. Kulihat Erza membawa air minum untukku. Tidak menyangka akubisa berhasil dikembalikan dan hidup lagi secara biasa. Manusia purba itujuga berhasil kembali ke habitatnya pada 500 tahun sebelum masehi. Akudapat melihatnya dengan jelas di layar laptop. Manusia purba itu tersenyumsambil melambaikan tangan ke arahku.Isilah tabel berikut berdasarkan pemahamanmu!Uraikan isi cerita fantasi dengan bahasa sendiri denga menjawab pertanyaanpertanyaan di bawah ini!Urutkan kejadian yang dialami Doni pada cerita tersebut!b. Bagaimana proses terlemparnya Doni ke lorong dimensi Alpha?
Jawaban:
saat doni menekan tombol run di layar monitor
Penjelasan:
maaf kalau salah
11. Kau harus membawanya kembali!" Erza berteriak kalang kabut. Aku gugup. Bingung. Tak tau apa yang harus kuperbuat, sedangkan manusia dengan wajah setengah kera itu memandang sekeliling. Manusia purba itu menemukanku ketika aku memasuki dimensi alpha. Tanpa kusadari ia mengikutiku. Manusia purba itu akan mati jika tidak kembali dalam waktu 12 jam. "Aku harus membawa dia kembali" teriakku. Erza menghempaskan tubuhnya pada meja kontrol laboratorium dengan kesal. Ardi berteriak lantang "Jangan main-main Don!" Ardi menatapku dengan tajam. "Padahal...," Erza tercekat, "Aku tahu Er kita tinggal punya waktu 8 jam". Aku terus berusaha menyakinkan sahabat-sahabatku. "Jika kamu mengembalikan manusia purba melebihi 8 jam, berarti tamat riwayatmu." Kembali Erza ErzaArdi menatapku tajam. Aku mengotak-atik komputer Luminaku dengan cepat. Aku memutuskan untuk tetap mengembalikan manusia purba itu. "Sistem oke!" Manusia purba itu harus hidup. Setiap mahluk berhak untuk hidup. Aku yang membawanya, aku juga harus mengembalikannya. Orang tuaku tak pernah mengajarkanku untuk melarikan diri sesulit apapun masalah yang kuhadapi. Ku klik tombol "Run" pada layar monitor Lumina di depanku dan diikuti gelombang biru mirip Aurora memenuhi ruangan. Pagar Asteroid terbuka lebar, memberikan ruang cukup untuk kulewati bersama manusia purba itu. Ruangan penuh asap dengan pohon-pohon yang meranggas. Hampir 8 jam, manusia purba tetap memegang tanganku. Kurang 10 menit aku lepaskan tangan manusia purba. Kujabat erat dan aku lari menuju lorong dimensi alpha. Kurang 10 menit lagi waktu yang tersisa dan aku masih di lorong dimensi alpha. Aku berpikir ini takdir akhir hidupku. Tiba-tiba kudengar teriakan keras dan goncangan hebat. Aku terlempar kembali ke laboratoriumku. Alarm berbunyi. Gelombang dimensi alpha semakin mengecil. Badanku lemas akan seakan rontok semua sendiku. Aku menengadah dan kulihat sahabat-sahabatku mengelilingiku. Semu alat di laboratorium ini pecah berantakam. Tinggal laptop Luminaku yang masih menyala. "Ardi maafkan aku! Maaf telah merusak laboratorium untuk penelitian ini," kataku mengiba. "Gak apa-apa asalkan dirimu bisa selamat," Ardi memelukku dengan erat. Kulihat Erza membawa air minum untukku. Tidak menyangka aku bisa berhasil dikembalikan dan hidup lagu secara biasa. Manusia purba itu juga berhasil kembali ke habitatnya pada 500 tahun sebelum masehi. Aku dapat melihatnya dengan jelas di layar laptop. Manusia purba itu tersenyum sambil melambaikan tangan ke arahku. Pertanyaan: 1.kelompokan kejadian mana yang mungkin terjadi dan yang tidak mungkun terjadi
tidak mungkin : manusia dengan wajah setengah kera,manusia purba, dimensi alpha, meja kontrol laboratorium,komputer lominaku,layar monitor lumina,gelombang biru mirip aurora, pagar asteroid,badan seakan rontok, dll.
mungkin:sebaliknya dari tidak mungkin
12. Manusia purba itu harus hidup. Setiap makhlukberhak untuk hidup. Aku yang membawanya,aku juga yang harus mengembalikannya.Orang tuaku tak pernah mengajarkanku untukmelarikan diri sesulit apa pun masalah yangkuhadapi. Ku klik tombol 'run' pada layar monitorLumina di depanku dan diikuti gelombang birumirip Aurora memenuhi ruangan.Watak tokoh aku dalam kutipan tekstersebut adalah ....a penyayangb. bertanggung jawabC. suka bekerja tepat waktud. patuh pada perkataan orang lain
Jawaban:
B. bertanggung jawab
Penjelasan:
B. bertanggung jawab. terdapat pada kutipan “Aku yang membawanya,
aku juga yang harus mengembalikannya.”
Jawaban:
b. bertanggung jawab
Penjelasan:
13. contohnya udah dipostingpliz cari dari teks dibawah tolong bantu ....tapi kalau ngga tahu pliz ngga usah dijawab KOMENTAR AJA!Ruang Dimensi Alpha“Kau harus membawanya kembali!” Erza berteriak kalang kabut. Aku gugup. Bingung. Tak tau apa yang harus kuperbuat, sedangkan manusia dengan wajah setengah kera itu memandang sekeliling. Manusia purba itu menemukanku ketika aku memasuki dimensi alpha. Tanpa kusadari ia mengikutiku. Manusia purba itu akan mati jika tidak kembali dalam waktu 12 jam.“Aku harus membawa dia kembali!” teriakku.Erza menghempaskan tubuhnya pada meja kontrol laboratorium dengan kesal. Ardi berteriak lantang ”Jangan main-main Don!” Ardi menatapku dengan tajam. “Padahal..,” Erza tercekat, “Aku tahu Er kita tinggal punya waktu 8 jam”. Aku terus berusaha meyakinkan sahabat-sahabatku. “ Jika kamu mengembalikan manusia purba melebihi 8 jam, berarti tamat riwayatmu.” Kembali Erza dan Ardi menatapku tajam.Aku mengotak-atik komputer Luminaku dengan cepat. Aku memutuskan untuk tetap mengembalikan manusia purba itu.“Sistem oke!”Manusia purba itu harus hidup. Setiap mahkluk berhak untuk hidup. Aku yang membawanya, aku juga yang harus mengembalikannya. Orang tuaku tak pernah mengajarkanku untuk melarikan diri sesulit apapun masalah yang kuhadapi.Ku klik tombol ‘run’ pada layar monitor Lumina di depanku dan diikuti gelombang biru mirip Aurora memenuhi ruangan. Pagar Asteroid terbuka lebar, memberikan ruang cukup untuk kulewati bersama manusia purba itu. Ruangan penuh asap dengan pohon-pohon yang meranggas. Hampir 8 jam, manusia purba tetap memegang tanganku. Kurang 10 menit aku lepaskan tangan manusia purba. Kujabat erat dan aku lari menuju lorong dimensi alpha. Kurang 10 menit lagi waktu yang tersisa dan aku masih di lorong dimensi alpha. Aku berpikir ini takdir akhir hidupku. Tiba-tiba kudengar teriakan keras dan goncangan hebat. Aku terlemapar kembali ke laboratoriumku.Alarm berbunyi. Gelombang dimensi alpha semakin mengecil. Badanku lemas seakan rontok semua sendiku. Aku menengadah dan kulihat sahabat-sahabatku mengelilingiku. Semua alat di laboratorium ini pecah berantakan. Tinggal laptop Luminaku yang masih menyala. “Ardi maafkan aku! Maaf telah merusak labolatorium untuk penelitian ini,” kataku mengiba.“Gak apa-apa asalkan dirimu bisa selamat,” Ardi memelukku dengan erat. Kulihat Erza membawa air minum untukku. Tidak menyangka aku bisa berhasil dikembalikan dan hidup lagi secara biasa. Manusia purba itu juga berhasil kembali ke habitatnya pada 500 tahun sebelum masehi. Akudapat melihatnya dengan jelas di layar laptop. Manusia purba itu tersenyum sambil melambaikan tangan ke arahku.
arti Maafkan Aku! Maaf telah merusak laboratium untuk penelitian ini
14. “Kau harus membawanya kembali!” Erza berteriak kalang kabut. Aku gugup. Bingung. Tak tau apa yang harus kuperbuat, sedangkan manusia dengan wajah setengah kera itu memandang sekeliling. Manusia purba itu menemukanku ketika aku memasuki dimensi alpha. Tanpa kusadari ia mengikutiku. Manusia purba itu akan mati jika tidak kembali dalam waktu 12 jam. “Aku harus membawa dia kembali!” teriakku. Erza menghempaskan tubuhnya pada meja kontrol laboratorium dengan kesal. Ardi berteriak lantang ”Jangan main-main Don!” Ardi menatapku dengan tajam. “Padahal..,” Erza tercekat, “Aku tahu Er kita tinggal punya waktu 8 jam”. Aku terus berusaha meyakinkan sabahat-sahabatku. “ Jika kamu mengembalikan manusia purba melebihi 8 jam, berarti tamat riwayatmu.” Kembali Erza dan Ardi menatapku tajam. Aku mengotak-atik komputer Luminaku dengan cepat. Aku memutuskan untuk tetap mengembalikan manusia purba itu. “Sistem oke!” Manusia purba itu harus hidup. Setiap mahkluk berhak untuk hidup. Aku yang membawanya, aku juga yang harus mengembalikannya. Orang tuaku tak pernah mengajarkanku untuk melarikan diri sesulit apapun masalah yang kuhadapi. Ku klik tombol ‘run’ pada layar monitor Lumina di depanku dan diikuti gelombang biru mirip Aurora memenuhi ruangan. Pagar Asteroid terbuka lebar, memberikan ruang cukup untuk kulewati bersama manusia purba itu. Ruangan penuh asap dengan pohon-pohon yang meranggas. Hampir 8 jam, manusia purba tetap memegang tanganku. Kurang 10 menit aku lepaskan tangan manusia purba. Kujabat erat dan aku lari menuju Lorong dimensi alpha. Kurang 10 menit lagi waktu yang tersisa dan aku masih di lorong dimensi alpha. Aku berpikir ini takdir akhir hidupku. Tiba-tiba kudengar teriakan keras dan goncangan hebat. Aku terlemapar kembali ke laboratoriumku. Alarm berbunyi. Gelombang dimensi alpha semakin mengecil. Badanku lemas seakan rontok semua sendiku. Aku menengadah dan kulihat sahabat-sahabatku mengelilingiku. Semua alat di laboratorium ini pecah berantakan. Tinggal laptop Luminaku yang masih menyala. “Ardi maafkan aku! Maaf telah merusak labolatorium untuk penelitian ini,” kataku mengiba. “Gak apa-apa asalkan dirimu bisa selamat,” Ardi memelukku dengan erat. Kulihat Erza membawa air minum untukku. Tidak menyangka aku bisa berhasil dikembalikan dan hidup lagi secara biasa. Manusia purba itu juga berhasil kembali ke habitatnya pada 500 tahun sebelum masehi. Aku dapat melihatnya dengan jelas di layar laptop. Manusia purba itu tersenyum sambil melambaikan tangan ke arahku. Ubahlah cerita fantasi di atas menjadi naskah drama!
Penjelasan:
Kau harus membawanya kembali!” Erza berteriak kalang kabut. Aku gugup. Bingung. Tak tau apa yang harus kuperbuat, sedangkan manusia dengan wajah setengah kera itu memandang sekeliling. Manusia purba itu menemukanku ketika aku memasuki dimensi alpha. Tanpa kusadari ia mengikutiku. Manusia purba itu akan mati jika tidak kembali dalam waktu 12 jam.
“ Jika kamu mengembalikan manusia purba melebihi 8 jam, berarti tamat riwayatmu.” Kembali Erza dan Ardi menatapku tajam.
Aku mengotak-atik komputer Luminaku dengan cepat. Aku memutuskan untuk tetap mengembalikan manusia purba itu.
“Sistem oke!”
“Ardi maafkan aku! Maaf telah merusak labolatorium untuk penelitian ini,” kataku mengiba.
“Gak apa-apa asalkan dirimu bisa selamat,” Ardi memelukku dengan erat. Kulihat Erza membawa air minum untukku. Tidak menyangka aku bisa berhasil dikembalikan dan hidup lagi secara biasa. Manusia purba itu juga berhasil kembali ke habitatnya pada 500 tahun sebelum masehi. Aku dapat melihatnya dengan jelas di layar laptop. Manusia purba itu tersenyum sambil melambaikan tangan ke arahku.
.
.
semoga membantu':)
15. TENTUKAN KEBAHASAAN CERITA FANTASI DIBAWAH INI !Ruang Dimensi Alpha“Kau harus membawanya kembali!” Erza berteriak kalang kabut. Aku gugup. Bingung. Tak tau apa yang harus kuperbuat, sedangkan manusia dengan wajah setengah kera itu memandang sekeliling. Manusia purba itu menemukanku ketika aku memasuki dimensi alpha. Tanpa kusadari ia mengikutiku. Manusia purba itu akan mati jika tidak kembali dalam waktu 12 jam.“Aku harus membawa dia kembali!” teriakku.Erza menghempaskan tubuhnya pada meja control laboratorium dengan kesal. Ardi berteriak lantang “Jangan main-main Don!” Ardi menatapku dengan tajam. “Padahal…” Erza tercekat, ”Aku tahu Er kita tinggal punya waktu 8 jam”. Aku terus berusaha meyakinkan sahabat-sahabatku.“Jika kamu mengembalikan manusia purba melebihi 8 jam, berarti tamat riwayatmu.” Kembali Erza dan Ardi menatapku tajam.Aku mengotak-atik komputer Luminaku dengan cepat. Aku memutuskan untuk tetap mengembalikan manusia purba itu.“Sistem oke!”Manusia purba itu harus hidup. Setiap makhluk berhak untuk hidup. Aku yang membawanya, aku juga yang harus mengembalikannya. Orang tuaku tak pernah mengajarkanku untuk melarikan diri sesulit apapun masalah yang kuhadapi.Ku klik tombol ‘run’ pada layar monitor Lumina di depanku dan diikuti gelombang biru mirip Aurora memenugi ruangan. Pagar Asteroid terbuka lebar, memberikan ruang cukup untuk kulewati bersama manusia purba itu. Ruangan penuh asap dengan pohon-pohon yang meranggas. Hampir 8 jam, manusia purba tetap memegang tanganku. Kurang 10 menit aku lepaskan tangan manusia purba. Kujabat erat dan aku lari menuju lorong dimensi alpha. Kurang 10 menit lagi waktu yang tersisa dan aku masih di lorong dimensi alpha. Aku berpikir ini takdir akhir hidupku. Tiba-tiba kudengar teriakan keras dan goncangan hebat. Aku terlempar kembali ke laboratoriumku.Alarm berbunyi. Gelombang dimensi alpha semakin mengecil,Badanku lemas seakan rontok semua sendiku. Aku menengadah dan kulihat sahabat-sahabatku mengelilingiku. Semua alat di laboratorium ini pecah berantakan. Tinggal laptop Luminaku yang masih menyala.“Ardi maafrkan aku! Maaf telah merusak laboratorium untuk penelitian ini,” kataku mengiba.“Gak apa-apa asalkan dirimu bisa selamat,” Ardi memeluknya dengan erat. Kulihat Erza membawa air minum untukku. Tidak menyangka aku bisa berhasil dikembalikan dan hidup lagi secara biasa. Manusia purba itu juga berhasil kembali ke habitatnya pada 500 tahun sebelum masehi. Aku dapat melihatnya dengan jelas di layar laptop. Manusia purba itu tersenyum sambil melambaikan tangan ke arahku.:)
Jawaban:
kata khusus: gugup,bingung, tamatlah riwayat ku.
majas:
diikuti gelombang biru mirip Aurora memenugi ruangan. Pagar Asteroid terbuka lebar, memberikan ruang cukup.
rincian: gelombang biru memenuhi ruangan
16. Aku mengotak atik komputer Luminaku dengan cepat. memutuskan untuk tetap mengembalikan manusia purba itu. "Sistem oke! Manusia purba itu harus hidup. Setiap mahkluk berhak untuk hidup. Aku yang membawanya, aku juga yang harus mengembalikannya Orang tuaku tak pernah mengajarkanku untuk melarikan diri sesulit apapun masalah yang kuhadapi. Ku klik tombol'run' pada layar monitor Lumina di depanku dan diikuti gelombang biru mirip Aurora memenuhi ruangan. Pagar Asteroid terbuka lebar, memberikan ruang cukup untuk kulewati bersama upmanusia purba itu. Ruangan penuh asap dengan pohon-pohon yang meranggas. Hampir 8 jam, manusia purba tetap memegang tanganku. Kurang 10 menit aku lepaskan tangan manusia purba. Kujabat erat dan aku lari menuju lorong dimensi alpha. Kurang 10 menit lagi waktu yang tersisa dan aku masih di lorong dimensi alpha. Aku berpikir ini takdir akhir hidupku. Tiba-tiba kudengar teriakan keras dan goncangan hebat. Aku terlemapar kembali ke laboratoriumku. Alarm berbunyi. Gelombang dimensi alpha semakin mengecil. Badanku lemás seakan rontok semua sendiku. Aku menengadah dan kulihat sahabat-sahabatku mengelilingiku. Semua alat di laboratorium ini pecah berantakan. Tinggal laptop Luminaku yang masih menyala. “Ardi maafkan aku! Maaf telah merusak labolatorium untuk penelitian ini," kataku mengiba. . “Gak apa-apa asalkan dirimu bisa selamat,” Ardi memelukku dengan erat. Kulihat Erza membawa air minum untukku. Tidak menyangka aku bisa berhasil dikembalikan dan hidup lagi secara biasa. Manusia purba itu juga berhasil kembali ke habitatnya pada 500 tahun sebelum masehi. Aku dapat melihatnya dengan jelas di layar laptop. Manusia purba itu tersenyum sambil melambaikan tangan ke arahku.Isilah tabel berikut berdasarkan pemahamanmu! Uraikan isi cerita fantasi dengan bahasa sendiri denga menjawab pertanyaan- pertanyaan di bawah ini!a. Urutkan kejadian yang dialami Doni pada cerita tersebut!b. Bagaimana proses terlemparnya Doni ke lorong dimensi Alpha? Tolong bantu jawab
Jawaban:
mari kita urutkan kejadian yang dialami oleh doni dimulai dari :
paragaf 1:
Aku mengotak atik komputer Luminaku dengan cepat. memutuskan untuk tetap mengembalikan manusia purba itu. "Sistem oke! Manusia purba itu harus hidup. Setiap mahkluk berhak untuk hidup. Aku yang membawanya, aku juga yang harus mengembalikannya Orang tuaku tak pernah mengajarkanku untuk melarikan diri sesulit apapun masalah yang kuhadapi.
paragaf 2 :
Ku klik tombol'run' pada layar monitor Lumina di depanku dan diikuti gelombang biru mirip Aurora memenuhi ruangan. Pagar Asteroid terbuka lebar, memberikan ruang cukup untuk kulewati bersama manusia purba itu.
paragaf 3 :
Pagar Asteroid terbuka lebar, memberikan ruang cukup untuk kulewati bersama upmanusia purba itu. Ruangan penuh asap dengan pohon-pohon yang meranggas. Hampir 8 jam, manusia purba tetap memegang tanganku. Kurang 10 menit aku lepaskan tangan manusia purba. Kujabat erat dan aku lari menuju lorong dimensi alpha. Kurang 10 menit lagi waktu yang tersisa dan aku masih di lorong dimensi alpha. Aku berpikir ini takdir akhir hidupku. Tiba-tiba kudengar teriakan keras dan goncangan hebat. Aku terlemapar kembali ke laboratoriumku. Alarm berbunyi. Gelombang dimensi alpha semakin mengecil.
paragaf 4 :
Badanku lemás seakan rontok semua sendiku. Aku menengadah dan kulihat sahabat-sahabatku mengelilingiku. Semua alat di laboratorium ini pecah berantakan. Tinggal laptop Luminaku yang masih menyala. “Ardi maafkan aku! Maaf telah merusak labolatorium untuk penelitian ini," kataku mengiba. . “Gak apa-apa asalkan dirimu bisa selamat,” Ardi memelukku dengan erat.
paragaf 5:
Kulihat Erza membawa air minum untukku , Tidak menyangka aku bisa berhasil dikembalikan dan hidup lagi secara biasa. Manusia purba itu juga berhasil kembali ke habitatnya pada 500 tahun sebelum masehi. Aku dapat melihatnya dengan jelas di layar laptop. Manusia purba itu tersenyum sambil melambaikan tangan ke arahku.
2. soal no 2 bagaimana proses doni terlempar ke lorong dimensi alpa :
doni meng klik tombol'run' pada layar monitor Lumina di depanku dan diikuti gelombang biru mirip Aurora memenuhi ruangan. Pagar Asteroid terbuka lebar, memberikan ruang cukup untuk kulewati bersama upmanusia purba itu. Ruangan penuh asap dengan pohon-pohon yang meranggas. Hampir 8 jam, manusia purba tetap memegang tanganku. Kurang 10 menit aku lepaskan tangan manusia purba. Kujabat erat dan aku lari menuju lorong dimensi alpha. Kurang 10 menit lagi waktu yang tersisa dan aku masih di lorong dimensi alpha. Aku berpikir ini takdir akhir hidupku. Tiba-tiba kudengar teriakan keras dan goncangan hebat. Aku terlemapar kembali ke laboratoriumku. Alarm berbunyi. Gelombang dimensi alpha semakin mengecil.
Penjelasan:
terimakasih semoga benar dan membantu#
sebagai pemberitahuan : huruf yang bergaris dibawahnya adalah jawabanya#:)
17. Penggunaan kalimat langsung yang benar adalah . . . . *a. “Pergi kau, akan ku sihir dengan kekuatan tongkat ajaibku!” kata Dori manusia ikan.b. Ku klik tombol ‘enter’ pada laptop luminaku.c. Ketika aku pulang ke rumah, tiba-tiba asap berkumpul di dalam ruang kamarku.d. Kemudian Doni meminta maaf kepada temannya karena telah merusak ruang laboratorium Ardi.
Jawaban:
yang A.
karena ada tanda "..." Dan orang itu ngomong langsung
Jawaban:
A
Penjelasan:
karena kalimat langsung itu dialog atau kalimat yang diucapkan secara langsung oleh sang tokoh
tercerdas lah masa engga
18. Aku mengotak-atik komputer Luminaku dengan cepat. Akumemutuskan untuk tetap mengembalikan manusia purba itu."Sistem oke!"Manusia purba itu harus hidup. Setiap mahkluk berhak untuk hidup.Aku yang membawanya, aku juga yang harus mengembalikannya. Orangtuaku tak pernah mengajarkanku untuk melarikan diri sesulit apapunmasalah yang kuhadapi.Ku klik tombol 'run pada layar monitor Lumina di depanku dan diikutigelombang biru mirip Aurora memenuhi ruangan. Pagar Asteroid terbukalebar, memberikan ruang cukup untuk kulewati bersama manusia purbaitu. Ruangan penuh asap dengan pohon-pohon yang meranggas. Hampir8 jam, manusia purba tetap memegang tanganku. Kurang 10 menit akulepaskan tangan manusia purba. Kujabat erat dan aku lari menuju lorongdimensi alpha. Kurang 10 menit lagi waktu yang tersisa dan aku masihdi lorong dimensi alpha. Aku berpikir ini takdir akhir hidupku. Tiba-tibakudengar teriakan keras dan goncangan hebat. Aku terlemapar kembali kelaboratoriumku.Alarm berbunyi. Gelombang dimensi alpha semakin mengecil.Badanku lemas seakan rontok semua sendiku. Aku menengadah dankulihat sahabat-sahabatku mengelilingiku. Semua alat di laboratorium inipecah berantakan. Tinggal laptop Luminaku yang masih menyala."Ardi maafkan aku! Maaf telah merusak labolatorium untuk penelitianini," kataku mengiba."Gakapa-apaasalkan dirimu bisa selamat," Ardi memelukku denganerat. Kulihat Erza membawa air minum untukku. Tidak menyangka akubisa berhasil dikembalikan dan hidup lagi secara biasa. Manusia purba itujuga berhasil kembali ke habitatnya pada 500 tahun sebelum masehi. Akudapat melihatnya dengan jelas di layar laptop. Manusia purba itu tersenyumhoilan tangan ke arahku buatlah ringasan tersebut?
Jawaban: Aku harus mengembalikan manusia purba itu ke asalnya karna bagaimanapun juga karena ibuku tak pernah mengajariku untuk melarikan diri . Saat mengembalikan manusia purba itu ku kira adalah akhir hidupku . Ternyata aku masih di beri kesempatan hidup
Penjelasan: baca dulu teks nya baru ringkas isinya
19. "Jika kamu mengembalikanmanusia purba melebihi 8 jam,berarti tamat riwayatmu." kembaliErza dan Ardi menatapku tajam,Aku mengotak-atik komputerLuminaku dengan cepat. Akumemutuskan untuk tetapmengembalikan manusia purba itu.Berdasarkan kutipan tersebut, ciriumum cerita fantasi adalah....A.bersifat nyata dalam kehidupan sehari-hariB.bersifat menginformasikan sesuatuC.tokohnya tidak memiliki kesaktianD.ide cerita dari khayalan penulis
Jawaban:
D. Ide cerita dari khalayan penulis
20. Ruang Dimensi Alpha“Kau harus membawanya kembali!” Erza berteriak kalang kabut. Aku gugup. Bingung. Tak tau apa yang harus kuperbuat, sedangkan manusia dengan wajah setengah kera itu memandang sekeliling. Manusia purba itu menemukanku ketika aku memasuki dimensi alpha. Tanpa kusadari ia mengikutiku. Manusia purba itu akan mati jika tidak kembali dalam waktu 12 jam.“Aku harus membawa dia kembali!” teriakku.Erza menghempaskan tubuhnya pada meja kontrol laboratorium dengan kesal. Ardi berteriak lantang ”Jangan main-main Don!” Ardi menatapku dengan tajam. “Padahal..,” Erza tercekat, “Aku tahu Er kita tinggal punya waktu 8 jam”. Aku terus berusaha meyakinkan sahabat-sahabatku. “ Jika kamu mengembalikan manusia purba melebihi 8 jam, berarti tamat riwayatmu.” Kembali Erza dan Ardi menatapku tajam.Aku mengotak-atik komputer Luminaku dengan cepat. Aku memutuskan untuk tetap mengembalikan manusia purba itu.“Sistem oke!”Manusia purba itu harus hidup. Setiap mahkluk berhak untuk hidup. Aku yang membawanya, aku juga yang harus mengembalikannya. Orang tuaku tak pernah mengajarkanku untuk melarikan diri sesulit apapun masalah yang kuhadapi.Ku klik tombol ‘run’ pada layar monitor Lumina di depanku dan diikuti gelombang biru mirip Aurora memenuhi ruangan. Pagar Asteroid terbuka lebar, memberikan ruang cukup untuk kulewati bersama manusia purba itu. Ruangan penuh asap dengan pohon-pohon yang meranggas. Hampir 8 jam, manusia purba tetap memegang tanganku. Kurang 10 menit aku lepaskan tangan manusia purba. Kujabat erat dan aku lari menuju lorong dimensi alpha. Kurang 10 menit lagi waktu yang tersisa dan aku masih di lorong dimensi alpha. Aku berpikir ini takdir akhir hidupku. Tiba-tiba kudengar teriakan keras dan goncangan hebat. Aku terlemapar kembali ke laboratoriumku.Alarm berbunyi. Gelombang dimensi alpha semakin mengecil. Badanku lemas seakan rontok semua sendiku. Aku menengadah dan kulihat sahabat-sahabatku mengelilingiku. Semua alat di laboratorium ini pecah berantakan. Tinggal laptop Luminaku yang masih menyala. “Ardi maafkan aku! Maaf telah merusak labolatorium untuk penelitian ini,” kataku mengiba.“Gak apa-apa asalkan dirimu bisa selamat,” Ardi memelukku dengan erat. Kulihat Erza membawa air minum untukku. Tidak menyangka aku bisa berhasil dikembalikan dan hidup lagi secara biasa. Manusia purba itu juga berhasil kembali ke habitatnya pada 500 tahun sebelum masehi. Akudapat melihatnya dengan jelas di layar laptop. Manusia purba itu tersenyum sambil melambaikan tangan ke arahku.cari orientesi dari teks diatassoalnya:1.deskripsi latar2.pengenalan tokoh3.pengenalan konflik
1.deskripsi latar : Manusia purba itu menemukanku ketika aku memasuki dimensi alpha
2.pengenalan tokoh : sedangkan manusia dengan wajah setengah kera itu memandang sekeliling
3.pengenalan konflik : Manusia purba itu akan mati jika tidak kembali dalam waktu 12 jam.
semoga terbantu
1. Deskripsi latar: Ruang Dimensi Alpha
2. Pengenalan tokoh: manusia purba itu menemukanku ketika aku memasuki dimensi aplha. Tanpa kusadari ia mengikutiku. Erza menghempaskan tubuhnya pada meja kontrol laboratorium dengan kesal. Ardi menatapku dengan tajam. Aku terus berusaha meyakinkan sahabat - sahabatku.
3. Pengenalan konflik: Aku mengotak - atik komputer Luminaku dengan cepat. Aku memutuskan untuk tetap mengembalikan manusia purba itu. kurang 10 menit aku lepaskan tangan manusia purba. kujabat erat dan aku lari menuju lorong dimensi alpha. Aku berpikir ini takdir akhir hidupku. Tiba - tiba kudengar teriakan keras dan goncangan hebat. Aku terlempar kembali ke laboratoriumku.
Maaf kalo salah.....
0 Komentar untuk "Clorurarea Benzenului La Lumina"